[Drable-Series] Big Girl 5

big girll

BIG GIRL 5

By. Mochaccino

Main Cast || Park Chanyeol and Park Jiyeon

Support Cast ||  EXO member

Genre || Teen-schoollife/ Angst / Absurt

Length ||  Drable – Series

Rated ||  PG – 15

Disclaimer ||  I own Nothing but story

Ndak suka, jangan baca! Gampang toh!

.

.

.

Persegi di depanku ini tidak terkunci. Kuraba dengan penuh rasa sayang seperti manusia waras yang kehilangan instingnya. Dia tinggi melebihi posturku. Bertahun-tahun aku berada di dalamnya, namun kini harus kurelakan ruangan yang menjadi habitatku itu menjadi orbit mahluk lain

Bukan salahku jika aku masuk tanpa permisi. Lagipula ini kamarku, dan dia hanya numpang tidur di sini. Aku hanya ingin mengambil buku dan—

SET

Mataku tergoda lagi untuk meliriknya

Dia ini laki-laki atau perempuan,

Jelasnya dia ini manusia atau siluman.  Kenapa dia harus tidur dengan cara seperti itu.

Oh Tuhan!

Kuurut dadaku pelan-pelan. Mataku teracuni oleh pemandangan yang seharusnya tidak kulihat, tapi sebenarnya berharap sekali untuk kulihat. Apa dia tidak pernah diajari bagaimana tidur dengan posisi yang benar, atau bagaimana seharusnya seorang manusia itu tidur, terlebih di atas ranjangnya.

Dan apakah aneh, kalau aku menggerutu seperti ini.

Seharusnya aku tidak menggerutu,

Seharusnya aku bersyukur, kan

Mendekat

Tidak!

Mendekat

Tidak!

Apakah aku harus mendekat?

Sebenarnya itu bukan pertanyaan penting, karena tidak ada yang akan menjawab selain diriku sendiri, dan sebagai orang pertama, alias manusia tunggal yang mempunyai hak independen untuk menentukan jawaban dan pilihan, aku pasti akan langsung  memastikan diriku untuk mendekat.

Si preman imut ini, …

Benar-benar sangat menggiurkan.

Kakinya mengantung sebelah dengan posisi tengkurap, sedangkan lolipop itu sangat beruntung bisa ada di mulutnya.

Lolipop—

Huh, lolipop.

Kenapa dia tidur sambil mengemut lolipop. Atas dasar apa dia melakukan hal itu.

“Jiyeon!” kutendang kakinya yang masih menjuntai setengah di samping ranjang. Dia menggeliat dengan indah, memamerkan lekuk mulus kecantikannya. Memukau mataku.

Sangat sulit untuk tidak mengatakan kalau dia membuatku merasa gerah.

 Hanya saja dia tidak bangun. Kudekati tidurnya dan kuambil lolipop itu dari mulutnya.

Anak kecil saja tahu kalau tidur harus menggosok gigi dulu, ini malah sengaja menimbun glukosa di dalam liurnya.

Kunaikkan kakinya dan menarik selimut untuknya. Jangan sampai bocah ini masuk angin karena kedinginan.

Begitu lebih baik. Dasar preman! Makiku dalam hati. Kakiku melangkah mendekati rak buku, tapi—

Samcon…!”  serunya ketika aku sedang memilih buku-buku pelajaranku untuk esok.

Reflek aku menoleh dan melihat matanya memicing.

“Kau pura-pura tidur?” sindirku sambil melanjutkan kegiatanku memilih buku

“Samcon!” panggilnya lagi,

“Apa?”  jawabku tanpa menoleh

“Samcon!”

Hh, aku mulai kesal. Dia masih sempat menggodaku di saat-saat seperti ini.

“Samcon!”

“APAAA?”  sedikit menghardik. Aku sudah selesai dengan buku-bukuku.

“Kembalikan lolipopku!” rengeknya.

Lolipop?   Kujatuhkan mataku pada gagang loliop yang berada di mulutku.

Jiyeon bangkit dan menyingkap selimut yang tadi kututupkan di atas tubuhnya. Kalau saja aku bisa berlari, aku akan berlari, tapi aku tidak mau, karena aku lebih senang berada di sini, berdiri dan menatap tubuhnya di balik baju tidur tipisnya. Chanyeol, kau nakal! Makiku sendiri. Ya, tentu saja. Aku memang seperti ini. Aku adalah Paman yang nakal.

“Lolipopku yang kau emut itu!”  tunjuknya ke mulutku.

‘O’panjang mengalun dari mulutku seiring kulepas permen itu dan kusodorkan balik dengan cengiran nakalku. Jiyeon menerimanya dan memasukkannya kembali ke dalam mulutnya dengan muka cemberut.

“Mengganggu saja!” gerutunya kesal

Apa aku tidak salah lihat. Dia mengemut lolipop itu lagi dan masuk ke dalam selimutnya. Bocah ini kelainan atau kerasukan. Padahal tadi aku sudah mengemutnya, sekarang dia mengemutnya lagi.

Akhirnya kutinggalkan dia sebelum aku ikut kerasukan juga.

.

.

.

Jiyeon menyendokkan wortel dari sopnya lalu diletakkan di dalam sopku tanpa rasa berdosa. Kupandangi aksinya sampai dia selesai mentransfer semua wortel dalam mangkoknya ke dalam mangkokku.

“Apa ini?”  bentakku,

“Wortel.”  Sahutnya santai

“Kenapa di taruh di mangkokku?”

“Aku tidak suka wortel!” liriknya sengit

“Kalau tidak suka jangan di taruh di mangkokku!”

“Memangnya kenapa?”

“Apa kau tidak lihat, aku juga sedang berusaha untuk membuang wortelku. “

Kusingkap taplak meja untuk memperlihatkan Bona pada Jiyeon. Bona adalah mahluk berkaki empat jenis labrador, yang telah menjadi peliharaanku sejak setahun lalu.

Jiyeon mengangkat bahunya tak perduli.

“Anjing suka wortel?”  dia memicing sebentar

“Anjngku ini vegetarian.”

“Lalu majikannya ?”

“Ek-hem!”  tatapan tajam ibuku menyerangku juga Jiyeon. “Kalian ini tidak ada bedanya. Sejak kecil selalu membuang-buang sayuran!”

“Eomma, kalau kau tahu aku tidak suka sayur, kenapa masih memberku sayur?”

“Jangan tanya kenapa, karena semua eomma pasti melakukan hal yang sama untuk anak–anaknya.”

Kudengar kekehan di sebelahku. Jiyeon sedang menertawai kejadian ini.

“Eomma, kenapa umurku dan umurnya sama?” aku berusaha untuk bertanya. Wajah eommaku menjadi pias. Dia memperhatikanku dan Jiyeon bergantian. Seperti ada sebuah rahasia yang dia sembunyikan.

I knew it!

Entah kenapa aku merasa ada rahasia dalam keluarga ini, terutama mengenai aku dan Jiyeon. Usia kami, juga persamaan yang kami miliki. Jangan bilang kalau kami adalah anak kembar.

.

.

.

tbc

 

Iklan

8 thoughts on “[Drable-Series] Big Girl 5

  1. Mbak Ji, tidur jangan ngemut permen. Bersemut ntar :v /anti semut/
    Mengapa Chanyeol dan Jiyeon bisa seumuran? Mengapa yaaa?? Ya, bisa dunk. Jika neneknya Jiyeon yang masih subur / emaknya Jiyeon yang kecepatan nikah :v

    Suka

  2. apaan yaa yg disembunyiin eomanya chanyeol,,
    semoga aja fakta yg disembunyiin eomanya chanyeol itu salah satu dari Jiyeon atau chanyeol yg anak angkat biar chanyeol sma JIyeon bisa bersatu 😀
    ditunggu next partnya 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s