[Drable-Series]Big Girl 4

big girl

BIG  GIRL 4

[Part 1]    [Part 2]   [Part 3]

By. Mochaccino

Park Chanyeol and Park Jiyeon

Drable

Romance/Angst

PG-17

Malam ini Hyungku datang. Tidak jelas kenapa dia mendadak datang dan langsung memanggil Jiyeon masuk ke dalam ruangan kerja Appa. Apa ini ada kaitannya dengan kejadian kemarin di sekolah. Guru matematika killer itu, Mr. Wu. Harap maklum saja, sekolah kami memang berada di komplek angkatan darat Korea. Appa adalah seorang purnawirawan angkatan darat nasional. Kedisiplinan yang membuat sekolah itu menjadi favorit. Kasihan Jiyeon jika dia belum mengerti, dan aku adalah orang pertama yang harus disalahkan karena tidak menghalanginya mendekati guru seksi itu.

“Hyung!” sapaku ketika dia keluar dari ruangan dengan wajah kaku. Sepertinya dia sangat kecewa dengan sikap putrinya. Aku melirik Jiyeon yang berjalan dengan wajah di tekuk melewati kami.

Jungsu Hyung menatapku gamang. Menghela napas berat dan menggeleng

“Ini kesalahanku karena aku menjerumuskannya Hyung.”  Aku lebih dulu mengklarifikasi mengenai apa yang dialami oleh Jiyeon.

“Dia seharusnya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Aku malu karena harus mendapatkan surat peringatan lagi dari sekolah.”  Hyungku meninggalkanku untuk menemui Appa.

Di mana Jiyeon

Aku mencarinya ke kamarnya, tapi tidak mungkin. Sejak kemarin dia tidur di kamarku. Perasaan bersalah ini menghukumku habis-habsan. Aku ini Paman macam apa sampai menjerumuskan keponakan sendiri untuk berbuat tidak benar. Hyungku pasti lebih kecewa padaku karena tidak bisa menjaga Jiyeon…ku. Hati ini tersayat rasanya melihat wajah sedihnya. Jiyeon…ku, kenapa aku memikili deklarasi ini. Kau milikku, dan tak akan kubiarkan laki-laki lain menyentuhmu. [ini sangat nista]

“Jiyeon!” aku memanggilnya, tapi kamarku pun sepi. Dia pasti menyembunyikan diri dariku. Setelah kejadian  memalukan kemarin, dia sudah tidak mau bicara denganku lagi. Permusuhan pertama ini menyesakkan batinku. Aku tidak mau dimusuhi oleh gadis cantikku. Memang ini kedengarannya salah, tapi biarkan aku memilikinya di dalam hatiku, imaginasiku, fantasiku. [dan aku benar-benar sudah gila]

“Jiyeon!” panggilku lagi.

Aku berlari turun dan menemui Hyungku lagi.

“Dia tidak ada di atas.” Ujarku, tapi hyuku hanya menyeringai.

“Dia selalu berada di dalam lemari jika sedang merajuk.” Jawabnya.

Oh, pantas saja. Dia pasti berada di dalam lemariku saat ini. Aku mengangguk tenang sambil duduk di samping Appa, tapi kemudian aku seperti tersambar petir imajiner ketika mengingat sesuatu. LEMARI.

Kaki panjangku langsung menjangkau empat anak tangga sekaligs ketika mengingat bahwa di dalam lemari itu—

“Jiyeon!” aku menerobos kamarku dan berusahamembuka lemari, tapi terkunci. Jiyeon menguncinya dari dalam. SIYAL! Batinku.

“BUKA!” gertakku.  Aku mulai panik. “JIYEON PARK! BUKA LEMARINYA!”

Dia tidak menjawab.

“Aku hitung sampai tiga, jika kau tidak buka, maka aku akan mengambil gergaji mesin dan membongkar lemari ini dengan paksa.”

CKLEK

Pintu itu terbuka, dan aku mendapati Jiyeon meringkuk duduk di dalam sana. Aku jongkok di sampingnya. Air matanya mengalir deras. Di mana semua keganasannya yang selama ini selalu digunakannya utuk menindasku. Dia terlihat seperti kelinci manis yang ingin sekali aku peluk dan belai.

“Kenapa kau di sini?” sambil mataku meneliti sesuatu di sana , di antara tumpukan pakaian itu ada sebuah kotak yang aku pakai untuk menyimpan semua rahasiaku. Jiyeon tidak mengusiknya— lega.

“Samchon, Appa memarahiku. Dia bilang aku akan dipindahkan lagi dari sekolah itu.”  Dia mengusap air mata dan ingusnya lagi, But wait—

“Jiyeon, apa yang kau lakukan?”

“APA?” tanyanya bingung.

“Itu celana dalamku.” Tunjukku pada benda yang sejak tadi dia pakai untuk mengusap air mata dan ingusnya. Aku langsung mengambil beberapa lainnya yang tergeletak di atas pangkuannya.

“ASH JINJAA! Kenapa kau memakai celana dalamku untuk mengusap ingusmu. BESOK AKU PAKAI APA???”  aku sungguh kesal, sekeranjang celana boxerku habis terkena ingus.

Jiyeon semakin banjir air mata melihatku berteriak. Dia benar-benar membuatku kesal sekaligus gemas. Oh Tuhan, apa yang harus kulakukan padanya/

“Sssst, diamlah!”

Jiyeon terisak dengan bahu tersengal-sengal, aku menariknyakeluar dari lemari, tapi mendadak dia justru menghambur masuk dalam pelukanku. Tangannya memenjarakan tubuhku.

OOW

.

.

.

tbc

Iklan

33 thoughts on “[Drable-Series]Big Girl 4

  1. Chanyeol:”dan akupun terjebak dalam pelukannya. Ini sebuah anugrah… yang kunanti.. ” hahahai… ciee chanyeol di peluk setelah kesal Cdnya di ingusin semua.. kkkk..
    .
    .
    Kak lana mah gitu.. suka bikin gemess.. duhh senyum sendiri mhila.. kkkk… semangat yah kak lana nulisnya.. aku disimi selalu setia menanti ketikanmu…

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ya ampun kenapa disaat sedihnya masih ada lucunya jadi ngak dapet feel buat sedih malah ngakak.rahasia apa yg disimpan chanyeol dalam box itu penasaran bgt.ditunggu kelanjutannya.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s