[Drable-Series] Big Girl – 2

big girl

BIG  GIRL 2

[ 1 ]

By.Mochaccino

Park Chanyeol and Park Jiyeon

Drable

Romance/Angst

PG-17

.

.

.

.

.

Ini seperti belaian kain sutra yang begitu lembut—harum dan membiusku. Jadi jangan salahkan aku jika aku sekarang begitu terbuai.

Rambutnya panjang dan bergelombang. Keharumannya tak terbantahkan. Aku tahu dia memakai shampoo yang sama denganku, karena dia mandi di dalam kamar mandiku, mengenakn bak yang sama, dan sabun cair yang sama. Kalau saja aku memasang camera cctv di sana sebelumnya, tapi lupakan saja! Ini sangat terkutuk. Aku tidak akan senajis itu memanfaatkan situasi menguntungkan ini dengan seman-mena. Aku cukup senang dia berada di sana pagi ini, bercermin dan memamerkan deretan giginya yang putih itu di depan kaca dengan bangga. Ya, dia manis sekali dengan seragam itu. Sempurna.

Sekarang dia duduk di sebelahku, dengan rambutnya yang sejak tadi menutupi wajahku. Kenapa dia membiarkannya begini, atau kenapa aku membiarkannya begini. Apa otakku sedang kram dan tidak bisa berpikir. Helainya begitu lembut dan menghipnotisku.

Jiyeon, seandainya kau tahu, saat ini aku sangat berusaha untuk merengkuhkan tanganku di bahumu, dan menarikmu hingga tubuhmu bersandar di dadaku, kau pasti akan menertawaiku.

Kau selalu tertawa dan mengejekku sebagai paman yang labil. Aku yang selama ini tumbuh dalam pengasuhan yang baik dalam keluargaku, harus merasa bingung menghadapimu. Baiklah, aku menyerah. Jadi kubiarkan rambutnya tetap berada di mukaku, dan semua teman-teman tertawa cekikikan melihat tampang bodohku.

“Samcon, apa kau baik-baik saja?” tanya Jiyeon setengah mengantuk. Dia memang mengantuk, karena semalam dia tidur lewat tengah malam. Menonton acara bola kesukaannya. Menyebalkan, karena aku dipaksanya duduk menemaninya.

“Aku baik-baik saja, kau tenanglah!” jawabku dengan sabar.

“Kenapa mereka tertawa?” tanyanya lagi sambil kemudian menarik rambutnya dari wajahku. Aku kehilangan keharuman itu, kulirik wajah cemberutnya yang menggemaskan itu.

“Please,jangan memanggilku Samcon jika berada di sekolah.” Pintaku lagi

“Kau mau aku tidak memanggilmu dengan sebutan Samcon, lalu aku harus memanggilmu apa?” tanyanya lagi. Dari nadanya agak menantang, kujepit hidungnya dengan jariku.

“Chan Oppa.” Jawabku dengan ragu

“Fine! Aku akan memanggilmu Chan Oppa”  ujarnya dengan cuek. Di mulutnya itu  dia sedang megunyah permen karet dengan deretan gigi-giginya. Sekali lagi aku merasa iri dengan permen karet itu. Dia bisa merasakan bibir dan lidah Jiyeon tanpa rasa berdosa. Sedangkan aku—

Demi apapun, aku sudah merasa diriku terdaftar masuk dalam neraka seandainya aku sampai berpikir kotor mengenai dia.

“Benarkah?”  aku menanggapi persetujuannya dengan girang. Tapi kenapa ada yang aneh. Mataku memicing melihat cengiran iblisnya.

“Dengan satu syarat—“ sambungnya bahagia. Dia berada di atas angin rupanya.

Aku tahu pasti tidak akan gratis. Betapa tertindasnya hidupku berhadapan dengan keponakan sendiri.

“Syarat apa?” tanyaku

“Hehehe…” dia malah tertawa.

“Hehehe…” aku mengulangnya tanpa nada. Dia kesal dan menendang kaki panjangku yang tadi berhimpitan dengan kakinya. Sebagian teman-teman tertawa melihat kami.

“Malam ini, aku ingin tidur di kamarmu, Samcon.”

“HUK HUK HUK!” dia ingin tidur di kamarku. Apakah ini berkah atau musibah. Di kedalaman hatiku aku bersorak. Jutaan kembang api menyala seperti hari kemerdekaan. Dia akan tidur di kamarku—

“Dan Samcon tidur di kamarku.” Sambungnya sambil memegang kedua pipiku. Matanya begitu dekat denganku. Okay, kembang apinya melempem seketika. Dia berjatuhan tanpa menyala. BYURRR!

“Kasur di kamarku tidak enak. Keras dan aku merasa punggungku sakit, ssssaaammmcccooonnnn.”  Dia mencandai panggilan itu dan semakin membuat kepalaku pening.

“Mau atau tidak?” dia mengerjabkan matanya lagi.

Aku mengangguk pasrah.

“MAU. Asal kau memanggilku Chan Oppa, okay!”

Dia mengangguk.

Lega, dan bus tiba di depan gerbang sekolah dengan selamat berikut reputasiku. Semoga di sekolah ini Jiyeon tidak membuat ulah.

“Ayo, Sam….uphs, Chan Oppa!” ajaknya sambil mengamit lenganku

.

.

.

.

tbc

Iklan

28 thoughts on “[Drable-Series] Big Girl – 2

  1. Udah menduga mereka bakal sekamar dan rupanya tak jadi :v /ngarep dikit wkwkwk/
    To Jiyeon :
    Jangan sekali-sekali sekamar dengan samchonmu karena itu menjadi berkah bagi samchonmu dan musibah bagimu. Samchonmu mesum 😀 /dihajar Chanyeol/

    Suka

  2. jiyeon manja ya dg samchon chanyeol,dan samchon chan tak bekutik dg jiyeon,tuh resiko suka dg keponakan sendiri,apalagi keponakan yg cantik sebaya lagi..

    Suka

  3. Eehh.., lg seru”nya bca ko udah tbc aja..hihihi^^v

    Hahaha, chanyeoll samchoonnn yg sabar ya menghadapi kponakanmu yg satu itu..wkwkwk
    Next kakk dtunggu klanjutanya ya^^

    Suka

  4. Wkwkwk Jiyeon jahil bgt kasian chanyeol nya bakalan malu ntar.jiyi pintar bgt mempermainkan perasaan chanyeol keke.yg sabar chan oppa.

    Suka

  5. Yah kok gajadi sekamaarr huhuhuhu .nga lucu banget merekaaaa gemeess, chanyeol gausah ganti marga park kalian sama2 park langsung nikah aja #plak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s